Sewaktu membaca majalah agribis terbitan terbaru yang mengulas habis tentang harga dari tanaman yang sedang terkenal sekarang ini yaitu Athurium Gelombang Cinta, saya terkejut-kejut melihat harganya yang kalau menurut istilah para Adsense Publisher sekitar 5 digit dollar. Gila bener..ini tanaman apa mobil ya..kok bisa sampai segitu harganya..rumah gue aja lebih murah dari itu.
Karena penasaran saya pun ingin melihat-lihat tanaman tersebut yang kebetulan di dekat rumah saya ada penjual tanaman hias. Habis mandi langsung menuju ke tempat penjual yang tentunya pake baju dulu donk….
“Haloo..bang apa kabar nih..kayaknya makin rame aja nih tanamannya.”, tegur saya.
“Iya nih…semenjak jual Anthurium yang 3 tahun lalu saya coba tanam sendiri…untungnya jadi berlipat-lipat. Lumayan untuk nambah stok tanaman”, jawab sang penjual.
Lagi asyik ngobrol..tidak lama kemudian, sebuah mobil keren dengan plat nomor yang beken..berhenti. Dari dalam mobil turun seorang laki-laki paruh baya dengan penampilan mirip Raja Minyak. Dengan didampingi seorang istri yang cantik dan jauh lebih muda darinya…mereka berdua mengahampiri kami berdua…yang dengan segan-segan kami langsung menyambut kedatangan mereka.
“Sore pak…mau cari tanaman apa pak….?”, tanya sang penjual.
“Saya mau cari Anthurium gelombang cinta yang udah besar dan berumur lebih dari 10 tahun, ada nggak..?”, sang cukong menjawab.
“Wah..kalo yang umur segitu nggak ada pak di sini…saya hanya punya yang baru berumur 3 tahunan…”.
“Kalo umur segitu kamu jual berapa…”?, tanya sang cukong.
“Yang ini saya jual 4,5 juta…dan yang itu saya jual 5 juta pak”.
Sang istri yang cantik, muda dan montok mencubit-cubit tangan sang suami sambil membisikkan kata-kata memohon. Sepertinya sang istri sangat berharap sekali sang suami membeli kedua-duanya. Dan benar tidak lama setelah itu..tanpa menawar sang suami langsung mengeluarkan uang yang kalau di totalkan sejumlah 9,5 juta. Sayapun langsung terbelalak dan berfikir sungguh hebat sekali pikir saya Anthurium ini.
Sambil memberesi packing Anthurium, sang penjual berbicara degan sang cukong kembali.
“Tapi pak kalau bapak tertarik dengan Anthurium yang usianya 10 tahun keatas…Teman saya ada beberapa stock”, kata sang penjual.
“Wah..yang bener kamu…saya serius nih…gimana setelah kamu beresin Anthurium ini kita langsung kesana”, jawab sang cukong.
“Tapi harganya mahal pak..yang paling murah sekitar 90 juta dan paling mahal sekitar 150 juta”.
Dengan tersenyum-senyum sang cukong dan sang istri yang montok menjawab dengan semangat..
“Tidak masalah dengan harga-harga tersebut..saya akan bayar, pokoknya setelah ini selesai kita ketempat teman kamu”.
Akhirnya mereka bertiga pun beranjak menuju tempat penjual Anthurium di tempat kawanku punya kawan ( kayak lagu aja iwan fals aja..). Sayapun pulang kerumah sambil memikirkan kebenaran dari harga tanaman Anthurium tersebut seperti yang saya baca di majalah barusan.
Sampai di depan rumah…istri saya yang cantik dan anak saya memanggil saya untuk mengajak JJS ( jalan-jalan sore Pa ). Ok..sayapun langsung menghidupkan motor lalu kami bertiga menuju ke Mall yang ada tempat bermain untuk anak saya. Setelah memarkirkan motor..kami berjalan bersama menuju pintu masuk mall. Tidak jauh dari tempat parkir….saya melihat dua orang Anak Jalanan. Yang satu terlihat agak tua sedikit di bandingkan yang lainnya..tertidur di sudut jalan tempat parkir tanpa mengenakan baju. Tulang-tulangnya kelihatan dan badannya pun terlihat kotor sekali. Di depannya ada sebuah kaleng kecil yang terlihat di dalamnya ada beberapa duit receh yang kalau di hitung mungkin tidak cukup untuk beli nasi bungkus apa lagi KFC yang tepat berada di depan mereka berdua. Sang adik duduk sambil memegang kaleng seperti kepunyaan sang kakak..dan duit didalamnya juga tidak lebih dari jumlah sang kakak. Iapun terlihat tidur tanpa mengenakan pakaian dan sepertinya dia lelah sekali. Tulang-tulangnya terlihat hampir seperti para penderita gizi buruk di somalia. Tidak sedikit orang yang lalu lalang tanpa menghiraukan mereka berdua. Kami bertiga berhenti tepat di depan mereka berdua dan saya sangat sedih sekali melihat keadaan mereka berdua. Setelah memasukkan uang beberapa uang receh yang saya punya, kami bertigapun berjalan kembali menuju tempat permainan anak-anak.
Di dalam sambil menemani anak saya bermain…saya masih memikirkan keadaan dua kakak beradik tadi. Saya bertanya-tanya dalam hati..dimanakah orang tua mereka atau saudara-saudara mereka. Dalam kesedihan melihat keadaan dua orang anak jalanan tersebut…kembali saya teringat dengan raja minyak dan istrinya yang muda dan montok yang membeli Anthurium tadi.
Sungguh hari ini saya melihat dua kejadian yang sangat menyentuh nurani saya. Gila bener…orang bisa mengeluarkan uang sekian ratus juta hanya untuk membeli satu jenis tanaman bahkan tanpa menawar sama sekali dengan bangga mereka membeli tanaman tersebut hanya untuk hobi. Sementara di sekitar mereka tertidur lelah dan lapar anak-anak jalanan yang setiap hari mangharapkan belas kasihan orang untuk memberikan sedikit uang mereka. Terkadang dalam sehari mereka hanya mendapatkan uang yang hanya cukup membeli satu bungkus makanan. Sungguh benar-benar menyentuh saya, terkadang uang yang paling banyak mereka dapatpun tidak cukup untuk membeli pupuk tanaman Anthurium. Inikah yang di bilang manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang sempurna. Yang dapat berfikir dan mempunyai akal di bandingkan mahluk yang lain sementara pada kenyataan yang saya dapat hari ini, manusia lebih murah dari harga pupuk Anthurium. Menyedihkan sekali….sepertinya jurang pemisah sudah jauh dan dalam sekali. Tulisan saya ini bukan untuk menentang hak-hak orang lain untuk menyalurkan hobi mereka. Memang sudah hak anda untuk membelanjakan uang anda. Tapi jika kita sadar bahwa didalam harta kita adak hak orang miskin dan anak yatim, saya yakin manusia akan jauh lebih berharga dari tanaman Anthurium. Terakhir saya lihat di acara sebuah stasiun TV swasta seseorang mengkoleksi Anthurium yang berharga 250 juta. Jika 1% nya saja di berikan kepada kedua anak jalan di atas, saya yakin mereka bisa menangis kegirangan.
Maaf jika tulisan saya ini sedikit menganggu anda..
18 Februari, 2008
Anthurium Dan Anak Jalanan
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik



Tulisannya menyentuh. Saya setuju sekali, kalau saja kita mau membuka mata dan telinga, banyak hal lain yang lebih penting dalam hal menolong sesama yang dapat kita lakukan.
Komentar oleh mira — 19 Februari, 2008 @ 11:30 pm
Terima kasih, memang sekarang negara kita membutuhkan sekali orang-orang yang berjiwa seperti anda.
Komentar oleh radit74 — 20 Februari, 2008 @ 2:58 am
mungkin..
kita perlu melestarikan hobi baru
melestarikan senyum..
tiap hari kita bisa membuat orang tersnyum dengan harta, semangat atau kerja keras kita..
saya yakin itu lebih berharga daripada anturium sebagus apapun
: )
Komentar oleh Kiki Ahmadi — 24 Februari, 2008 @ 10:55 am