<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>In My Sensitivity</title>
	<atom:link href="http://mysensitivity.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mysensitivity.wordpress.com</link>
	<description>Mencoba Mengikuti Kata Hati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2009 13:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mysensitivity.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f56044a1b51e37d86ba0c55d9c31889d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>In My Sensitivity</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Yang Ini Sedikit Porno Tapi Tetap Lucu Loh</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/08/yang-ini-sedikit-porno-tapi-tetap-lucu-loh/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/08/yang-ini-sedikit-porno-tapi-tetap-lucu-loh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 02:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Lucu-Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gurun]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[kakek]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>
		<category><![CDATA[unta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Nih ada lagi yang sedikit porno&#8230;tapi tetap lucu&#8230;.  
Sebuah kisah seorang laki-laki tua yang sedang ikut dalam rombongan wisatawan di Tanah Arab.
Di gurun pasir yang luas dan panas terlihat iring-iringan Unta yang membawa rombongan para wisatawan yang sedang berwisata. Agak Jauh tertinggal di belakang rombongan terlihat seekor Unta yang juga membawa seorang manusia. Lohhh..kok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=51&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nih ada lagi yang sedikit porno&#8230;tapi tetap lucu&#8230;.  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Sebuah kisah seorang laki-laki tua yang sedang ikut dalam rombongan wisatawan di Tanah Arab.<br />
Di gurun pasir yang luas dan panas terlihat iring-iringan Unta yang membawa rombongan para wisatawan yang sedang berwisata. Agak Jauh tertinggal di belakang rombongan terlihat seekor Unta yang juga membawa seorang manusia. Lohhh..kok ketinggalan..? Ya&#8230;.rupanya si Unta udah terlihat Tua dan Letih sekali. Parahnya lagi yang menunggang Unta pun seorang laki-laki yang udah tua juga. Kompak donk..<span id="more-51"></span><br />
Wajar saja ketinggalan..udah loyo sih.<br />
Lama-lama mereka makin jauh tertinggal oleh rombongan. Bahkan beberapa jam kemudian rombongan di depan mereka udah nggak keliatan lagi. Si kakek mulai terlihat cemas.<br />
Gila saya sendirian di tengah padang pasir yang luas nih&#8230;.pikirnya.<br />
Mana Untanya udah tua lagi, gimana mau ngejar rombongan nih.<br />
Didalam kepanikkan, si kakek terlihat mempunyai suatu ide. Ya&#8230;si kakek baru ingat dia membawa Balsem Gosok di dalam kantong bekalnya.<br />
Sebuah balsem..? untuk apa ya..?<br />
Dengan tersenyum dia menghentikan jalan Untanya. Lalu dia turun dari atas punggung Untanya. Dan terlihat ia mengeluarkan Balsem tersebut&#8230;dan&#8230;Oh My God&#8230;si Kakek rupanya mempunyai ide bahwa dengan menggosokan Balsem tersebut ke TORPEDO (Penise) Sang Unta&#8230;pasti Untanya akan belari dengan kencang sehingga dapat mengejar rombongan. Ternyata benar saja si kakek melakukannya. Di gosokkannya balsem yang ada pada tangannya ke TORPEDO si Unta. Apa yang terjadi&#8230;, belum sempat si kakek naik ke atas Untanya..sang Unta berlari dengan sangat kencang sekali meninggalkan sang kakek&#8230;hahahaha.<br />
Wah gawat ucap si kakek..sekarang tinggal saya sendirian di tengah padang pasir ini.<br />
Lalu sambil berjalan..si kakek coba memeras otak.<br />
Unta aja yang binatang..saya gosok TORPEDO nya bisa lari kenceng&#8230;Apalagi saya yang MANUSIA pikirnya.<br />
Lalu si Kakek mengambil kembali balsemnya. Dengan sebanyak-banyaknya di gosokannya Balsem tersebut Ke TORPEDO kesayangan miliknya. Sungguh di luar dugaan si Kakek&#8230;Ternyata bukannya ia berlari kencang seperti Onta tersebut malahan si kakek TERLENTANG di tengah padang pasir yang panas di tambah dengan TORPEDO nya yang kepanasan karena di gosok balsem tersebut sambil berteriak-teriak..panas-panas.<br />
Weleh-weleh&#8230;malang benar nasibmu kek&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=51&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/08/yang-ini-sedikit-porno-tapi-tetap-lucu-loh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susu Bubuk Penyebab Bronkitis Pada Anak..?</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/07/susu-bubuk-penyebab-bronkitis-pada-anak/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/07/susu-bubuk-penyebab-bronkitis-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 02:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[bronkitis]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[susu bubuk]]></category>
		<category><![CDATA[susu cair]]></category>
		<category><![CDATA[susu ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Postingan saya kali ini bukan karena latah ingin nulis soal kasus susu bayi yang lagi heboh&#8230;
Mengikuti kasus susu formula bayi yang mengandung bakteri saya juga sebenarnya punya pengalaman juga soal susu formula ini. Tepatnya 4,5 tahun yang lalu anak saya laki-laki yang cuma semata wayang berumur 1 tahun. Saya dan istri saya sangat gelisah sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=49&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/03/susu.jpg?w=150&#038;h=157" alt="susu" align="left" height="157" hspace="3" vspace="2" width="150" />Postingan saya kali ini bukan karena latah ingin nulis soal kasus susu bayi yang lagi heboh&#8230;<br />
Mengikuti kasus susu formula bayi yang mengandung bakteri saya juga sebenarnya punya pengalaman juga soal susu formula ini. Tepatnya 4,5 tahun yang lalu anak saya laki-laki yang cuma semata wayang berumur 1 tahun. Saya dan istri saya sangat gelisah sekali bayangkan selama hampir 4 tahun berlalu anak kami menderita batuk yang waktu di periksa ke dokter anak, mendapat klaim dari dokter bahwa anak saya menderita &#8220;<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bronkitis" title="Penjelasan Bronkitis dari Wikipedia">Bronkitis</a>&#8220;. <span id="more-49"></span>Saya coba ke dokter lainnya, hasilnya sama juga. Menurut sang dokter ada semacam pemicu sehingga batuk anak saya ini tidak kunjung berhenti. Ya..semacam alergi terhadap sesuatu. Saya coba singkirkan semua perkakas rumah yang terlihat banyak menyerap debu karena salah satu pemicu menurut dokter adalah Debu.<br />
Tidak ada kemajuan..tapi ya minimal rumah saya terlihat lebih bersih. Kembali menduga-duga kamar tidur kami yang tidak sehat. Akhirnya saya dan istri saya memutuskan membangun sebuah kamar yang lebih sehat. Sampai-sampai ada yang bilang..ini kamar jendelanya banyak banget ya&#8230;<br />
Masih tidak ada kemajuan juga&#8230;wah kali ini saya hampir kehabisan akal. Coba ganti semua sabun, odol dan shampo mandinya. Dan yang terakhir gonta-ganti susu bubuk dari yang paling mahal sampai yang paling murah. Tapi tetap susu bubuk yang digunakan. Kali ini saya sudah 99,9% hampir kehilangan akal. Batuk anak saya tidak kunjung sembuh. Coba tanya mbah google&#8230;eh sama juga si mbah nggak tahu juga.<br />
Umur 5 tahun atau setengah tahun yang lalu anak saya mulai masuk sekolah TK. Kasihan sekali setiap disekolah, batuknya sangat menganggu konsentrasinya. Apalagi di waktu jam bermain. Ketika keluar keringat, batuknya pasti kumat terkadang sampai&#8230; maaf&#8230;muntah-muntah bercampur dahak berwarna putih. Saya sangat cemas sekali. Peluang saya tinggal 0,1% untuk mencari kesembuhan anak saya. Akhirnya saya dan istri saya mencoba peluang terakhir mengganti Susu bubuk yang selama ini sudah berapa kali digonta-ganti dengan Susu kental manis yang dikemas dalam kaleng.<br />
Pagi sebelum anak saya pergi sekolah kami ganti susunya dengan susu kaleng tersebut yang telah di campur dengan air hangat sedikit. Alhamdulillah..sampai di sekolah anak saya tidak terlihat batuk-batuk sampai kembali kerumahpun dia tidak batuk juga. Gila saya pikir..selama empat tahun saya hampir prustasi&#8230;hanya dengan menukar susu bubuk di ganti susu kental manis anak saya sembuh dari penyakit batuknya. Dan Alhamdulillah selama 4 bulan ini setelah saya menukar susu tersebut anak saya tidak terlihat batuk kembali. Memang saya belum ada konsultasikan kembali ke dokter, tapi menurut analisa saya Susu Bubuk inilah pemicunya. Tetapi dari daftar nama susu bubuk yang dilarang juga nggak ada nama susu bubuk yang saya gunakan selama ini.<br />
Dari kejadian ini saya mengambil kesimpulan sendiri anak saya alergi dengan susu bubuk bukan berarti susu bubuk yang selama ini di minum mengandung bakteri. Yang jelas ada salah satu bahan (saya juga nggak tau) dari susu-susu bubuk tersebut yang dapat berpengaruh jelek terhadap tubuh anak saya yang juga mungkin terhadap anak-anak yang lain. Tapi saya akan coba konsultasikan dengan dokter ahli gizi anak mengenai hal ini. Atau ada dari anda yang pernah memiliki pengalaman seperti yang di alami saya&#8230;..? Oh ya&#8230;sekedar kasih tau susu kental manis yang saya pakai ada dalam salah satu daftar susu yang aman untuk di gunakan. Saran saya jika anak anda mengalami hal yang sama dengan anak saya..coba deh tukar dulu susu bubuknya dengan susu cair&#8230;tapi kalo udah pakai susu ibu ya jangan di tukar dengan susu ibu lainnya,  nanti keenakkan bapaknya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=49&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/07/susu-bubuk-penyebab-bronkitis-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/03/susu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">susu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Jujur Yuuukkkk</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/02/belajar-jujur-yuuukkkk/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/02/belajar-jujur-yuuukkkk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 01:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikkan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini banyak sekali di negara kita bermunculan orang-orang pintar, dari yang pintar ngomong sampai yang pintar membalikkan fakta. Negara kita juga kelebihan SDM sampai-sampai bisa untuk ekspor tenaga kerja keluar negeri. Bangsa kita merupakan bangsa yang besar, kekayaan alam kita juga melimpah. Tapi coba kita renungkan, ada yang salah terhadap negara kita ini. Ya&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=32&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat ini banyak sekali di negara kita bermunculan orang-orang pintar, dari yang pintar ngomong sampai yang pintar membalikkan fakta. Negara kita juga kelebihan SDM sampai-sampai bisa untuk ekspor tenaga kerja keluar negeri. Bangsa kita merupakan bangsa yang besar, kekayaan alam kita juga melimpah. Tapi coba kita renungkan, ada yang salah terhadap negara kita ini. <span id="more-32"></span>Ya&#8230; kita memang kekurangan orang yang jujur. Sayangnya yang mengetahui bahwa seseorang berkata jujur atau tidak hanyalah Tuhan dan orang itu sendiri, BPS (Badan Pusat Statistik) tidak bisa mengumpulkan datanya. Persentasenya pun nggak ada. Mungkin ini adalah salah satu penyebab negara kita tidak henti-hentinya di terpa badai dan prahara (walaahhh). Ini bukan suatu sikap Pesimistis saya, tapi dari yang saya lihat ya seperti itu adanya. Atau pandangan kita terhadap sebuah kejujuran sudah berubah seperti &#8221; Yang jujur akan hancur&#8221; atau kita berpikiran seperti ini &#8220;Sekarang ini Yang haram saja susah, Apalagi Yang halal&#8221;&#8230;<br />
Saya jadi teringat sebuah iklan di TV yang saya lupa iklan apa. Iklanya tentang seorang anak kecil yang pulang mancing bawa ikan terus ditanya sama ibunya&#8230;&#8221;Dapat nggak ikannya..?&#8221; dan anak kecil itu menjawab &#8220;dapat bu..tapi kecil-kecil&#8230;&#8221;.<br />
Mungkin kejujuran kita hilang bersama kedewasaan kita kali ya. Semakin tua, semakin nggak jujur. Terus terang saya punya hobi mancing, dan kalau saya mendapatkan ikan yang kecil selalu saya buang karena saya tidak ingin orang lain menertawakan saya karena saya mendapatkan ikan yang kecil-kecil, jadi jika ada yang bertanya seperti iklan di atas saya akan menjawab &#8220;Ahh..ikannya lagi pada puasa..nggak ada yang makan tuh&#8221;. Pokoknya panjang supaya orang tersebut percaya. Tapi jika saya renungi..dari hal sekecil ini saja saya sudah mulai tidak jujur, mungkin yang lebih besar dan berat tanggung jawabnya pun saya akan lebih tidak jujur lagi. Wahh gawat juga ya&#8230;Jadi memang ada baiknya kita mulai melatih kejujuran kita dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Siapa tau suatu saat nanti kita dapat memberikan sesuatu yang berarti terhadap bangsa dan negara tercinta ini. Percayalah kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga buah hasil dari kejujuran kita di masa yang lalu.<br />
Jujurlah terhadap diri sendiri, Jujurlah terhadap orang lain, Jujurlah terhadap istri dan suami anda, Jujurlah berpendapat, Jujurlah menulis di blog, jujurlah memberikan komentar di blog tetangga atau di blog ini juga nggak apa-apa asal jangan SPAMMING ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   . Pokoknya marilah mulai sekarang kita belajar jujur dari yang kecil-kecil sekalipun.<br />
Ya itulah sedikit yang terpikir dari saya tentang sebuah kejujuran&#8230;</p>
<p>Simak lirik lagu berikut ini &#8230;</p>
<p>AYO KAWAN&#8230;AYO KAWAN..KEMARI<br />
KITA BERLATIH KEJUJURAN<br />
JANGAN SAMPAI&#8230;.JANGAN SAMPAI..OH KAWAN<br />
KITA HIDUP DALAM KEBOHONGAN&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=32&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/02/belajar-jujur-yuuukkkk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakteri Pembunuh Dari Luar Angkasa Ancam Kehidupan Bumi</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/01/bakteri-pembunuh-dari-luar-angkasa-ancam-kehidupan-bumi/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/01/bakteri-pembunuh-dari-luar-angkasa-ancam-kehidupan-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 02:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuh]]></category>
		<category><![CDATA[pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[typus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/01/44/</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki usianya yang ke 50, penelitian ruang angkasa maju pesat ditandai dengan banyaknya temuan-temuan baru di bidang keilmuan angkasa luar. Bahkan kemajuan ini lebih pesat dibandingkan dengan ilmu kebumian. Dengan kemajuan ini berbagai ancaman dari luar angkasa dapat diperhitungkan, dianalisa dan dicari penangkalnya. Baik itu ancaman tumbukkan dengan meteorit besar atau berbagai ancaman lainnya. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=44&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/panspermia.jpg?w=200&#038;h=77" align="left" height="77" hspace="3" vspace="2" width="200" />Memasuki usianya yang ke 50, penelitian ruang angkasa maju pesat ditandai dengan banyaknya temuan-temuan baru di bidang keilmuan angkasa luar. Bahkan kemajuan ini lebih pesat dibandingkan dengan ilmu kebumian. Dengan kemajuan ini berbagai ancaman dari luar angkasa dapat diperhitungkan, dianalisa dan dicari penangkalnya. Baik itu ancaman tumbukkan dengan meteorit besar atau berbagai ancaman lainnya. Tidak jarang selama ini di dalam benak orang awam yang terbayangkan sebagai ancaman dari luar angkasa adalah monster-monster mengerikan seperti berupa sosok raksasa atau mahluk luar angkasa yang berkulit hijau berukuran manusia kerdil yang ganas dan haus darah. Akan Tetapi pada kenyataannya ancaman yang sebenarnya dari luar angkasa saat ini adalah serbuan bakteri pembunuh.<span id="more-44"></span><br />
NASA yang kita ketahui sebagai badan antariksa Amerika melakukan penelitian bahwa bakteri yang berasal dari bumi di ruang tanpa bobot mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Sejumlah film fiksi ilmiah sudah menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikannya serbuan makhluk luar angkasa berukuran kecil, yang memusnahkan kehidupan umat manusia di Bumi. Sekarang fiksi ilmiah semacam itu sudah menjadi kenyataan.<br />
Penelitian dilakukan terhadap Bakteri Salmonella yang dibawa dari Bumi dalam misi wahana penerbangan ulang-alik ke luar angkasa pada tahun 2006 lalu, terbukti mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Salmonella adalah bakteri berbentuk batang, yang memicu gejala keracunan makanan ditandai dengan buang air terus menerus pada manusia. Dalam kondisi normal, keracunan salmonella dapat diobati menggunakan antibiotika dan pemberian tambahan cairan elektrolyt. Tapi pada anak-anak atau kelompok risiko, bakteri salmonella dapat memicu penyakit berat hingga kematian. Penyakit berat yang ditimbulkan bakteri salmonella antara lain infeksi saluran pencernaan, typhus dan paratyphus.<br />
Untuk ujicoba, bakteri Salmonella itu dibungkus dalam kemasan tiga lapis tahan pecah, untuk mencegah bakteri amat mematikan itu lolos ke udara. Dalam penelitian di luar angkasa, bakteri salmonella yang dibawa dikembangbiakan dalam kultur makanan. Setibanya kembali ke Bumi, bakteri Salmonella yang dikembangbiakan di lingkungan tanpa bobot itu diujicoba pada tikus di laboratorium. Hasilnya, bakteri yang dibawa ke luar angkasa membunuh tikus percobaan jauh lebih cepat, dibanding tikus ujicoba yang mendapat infeksi salmonella yang berkembang biak di Bumi. Inilah skenario horror dari bakteri pembunuh dari luar angkasa. Sekitar 150 sekuens gen dari salmonella yang dibawa ke ruang angkasa, terbukti jauh lebih aktiv<br />
dibanding Gen salmonella normal. Demikian diungkapkan pimpinan penelitian, Dr. Cheryl Nickerson dari Universitas Arizona; “Kita mengirim astronot lebih lama lagi ke luar angkasa dan semakin jauh dari Bumi. Dengan itu risiko penyakit infeksi lebih besar lagi.“Kekebalan Tubuh MelemahSeperti diketahui, dalam kondisi tanpa bobot sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih lemah ketimbang jika berada di Bumi. Artinya risiko untuk terinfeksi bibit penyakit juga menjadi lebih besar lagi. Bayangkan jika bakteri yang menyerang adalah dari jenis yang sudah mengalami mutasi, dengan tingkat fatalitas yang juga jauh lebih tinggi dari bakteri sejenis di Bumi. Di masa depan, ancaman kesehatan gawat semacam itu, akan semakin sering dihadapi para astronot dalam misi cukup lama di luar angkasa.Sejauh ini penelitian baru mencakup serangan bakteri, yang memang berasal dari Bumi dan terbawa ke luar angkasa. Belum diketahui, apakah di luar angkasa yang sulit diketahui batasnya itu, juga terdapat bakteri lainnya yang masih menunggu inang baru dari Bumi. Ancaman sejauh itu belum dibayangkan oleh Dr.Cheryl Nickerson. Akan tetapi, peneliti dari Universitas Arizona itu juga menarik sisi positiv dari temuan bakteri salmonella yang mengalami mutasi di luar angkasa. Nickkerson menjelaskan ; &#8220;Jika kita memanfaatkan pengetahuan dan sifat bakteri tsb, kita dapat memiliki kemungkinan pengembangan metode baru pengobatan dari penyakit yang ditimbulkannya, pembuatan obat-obatan baru atau bahkan vaksinnya.&#8221; Penyebab mutasi bakteri itu, menurut Nickerson bukan kondisi tanpa bobot itu sendiri, melainkan dampak kondisi tanpa bobot pada cairan di dalam sel. Akibat kondisi tanpa bobot di luar angkasa, maka mekanisme gesekan molekul<br />
dalam cairan sel akan berkurang.<br />
Kondisi seperti ini, mirip dengan ketika bakteri salmonella berada di dalam saluran pencernaan manusia. Bagi salmonella, berkurangnya medan gesekan dalam cairan sel, ditafsirkan sebagai sinyal mereka berhasil masuk ke dalam tubuh organisme yang lebih besar. Dengan itu salmonella secepat mungkin mengubah sistem metabolismenya. Terutama dengan mengurangi drastis produksi molekul tertentu yang disebut LPS pada dinding sel, yang berfungsi sebagai tanda adanya musuh bagi sel pertahanan tubuh. Semakin sedikit LPS pada dinding sel, maka semakin sulit pula sel pertahanan tubuh manusia mencari pertanda adanya penyusup yang merugikan kesehatan. Adaptasi penting lainnya agar bakteri tetap bertahan hidup, adalah meningkatkan ketahanan terhadap asam serta kelihaian untuk tetap bertahan hidup di dalam sel pemusnah bakteri atau makrophagus, dari sistem kekebalan tubuh manusia.</p>
<p><b>Biofilm Pelindung</b></p>
<p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/salmonella.jpg?w=150&#038;h=112" alt="bakteri salmonella" align="left" height="112" hspace="3" vspace="2" width="150" />Ujicoba di luar angkasa itu, pada intinya memperkuat hasil penelitian sebelumnya, dengan simulasi sistuasi tanpa bobot di dalam peralatan sentrifugal. Juga dalam penelitian di laboratorium di Bumi, bakteri menunjukan perubahan drastis kandungan unsur aktiv maupun keganasan serangannya. Akan tetapi bakteri yang dibawa ke luar angkasa, juga menunjukkan rincian lain. Salmonella bersangkutan mulai membentuk lapisan ekstra-seluler, yang merupakan pertanda produksi bio-film pelindung. Bio-film ini biasanya berbentuk cairan amat kental dari pollysacharida, yang berfungsi menangkis serangan dari luar. Dalam tubuh manusia, jenis salmonella yang menyebabkan typhus, juga membentuk bio-film semacam itu, untuk bersembunyi di dalam kantong empedu agar tidak terlacak sistem kekebalan tubuh. Dengan cara itu bakteri typhus bisa bersembunyi bertahun-tahun tanpa dapat dilacak, dan menyerang jika situasinya menguntungkan. Inilah mimpi buruk para ahli pengobatan.<br />
Bagi peneliti mikrobiologi Cheryl Nickerson berbagai fakta baru itu, justru semakin menumbuhkan semangat bagi penelitian lebih lanjut. Dalam misi ulang-alik mendatang, pihaknya akan mengirim bakteri lainnya ke luar angkasa untuk penlitian dalam kondisi tanpa bobot. Semua itu bertujuan untuk mengetahui mekanisme bibit penyakit dalam kondisi ekstrim, sekaligus mencari dan mengembangkan metode baru pengobatan, obat-obatan serta vaksin pencegah penyakitnya. Hasil yang diperoleh, disebutkan bukan hanya bermanfaat bagi para astronot, yang melaksanakan misi jangka panjang di luar angkasa. Namun juga bagi para penghuni Bumi.</p>
<p>Sumber : http://www2.dw-world.de ( Radio Jerman )<br />
http://tb2g.multiply.com/</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=44&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/03/01/bakteri-pembunuh-dari-luar-angkasa-ancam-kehidupan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/panspermia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/salmonella.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bakteri salmonella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Porno Tapi Lucu&#8230;.</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/23/porno-tapi-lucu/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/23/porno-tapi-lucu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 04:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Lucu-Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmuan]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[montok]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada tiga orang Ilmuan asing yang datang kesebuah pulau yang menurut kabar didalamnya bermukim suku Penise Besare&#8230; 
Tiga orang tersebut salah satunya adalah wanita yang masih muda dan cantik serta energik. Dua orang lagi adalah pria yang kelihatan sudah cukup berumur. Mereka bertiga datang ke pulau tersebut dengan rencana ingin meneliti kebenaran tentang keberadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=30&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/lucu.thumbnail.jpg?w=117&#038;h=95" align="left" height="95" hspace="3" vspace="2" width="117" />Alkisah ada tiga orang Ilmuan asing yang datang kesebuah pulau yang menurut kabar didalamnya bermukim suku <b>Penise Besare</b>&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Tiga orang tersebut salah satunya adalah wanita yang masih muda dan cantik serta energik. Dua orang lagi adalah pria yang kelihatan sudah cukup berumur. Mereka bertiga datang ke pulau tersebut dengan rencana ingin meneliti kebenaran tentang keberadaan Suku Penise Besare tersebut.<span id="more-30"></span><br />
Sewaktu mereka bertiga di dalam hutan, tanpa mereka sadari mereka berpisah karena terlalu asik dengan penelitian-penelitian terhadap apa yang mereka temui di dalam hutan tersebut. Sialnya sang dara cantik terpisah dengan dua orang pria tadi. Dan dengan rasa berani sang dara tersebut berjalan terus kedalam hutan dengan maksud mencari teman-temanya. Tanpa di sadarinya, rupanya sejak tadi ia telah di intip oleh Hulu Balang alias pemimpin Suku Penise Besare. Dan dengan tiba-tiba di suatu tempat yang agak terbuka sedikit dari semak-semak sang Hulu Balang lompat ke luar dari persembunyiannya yang di sambut dengan teriakkan sang dara karena terkejut bukan alang kepalang. Bayangkan saja sang Hulu Balang Tidak mengenakan apa-apa alias telanjang oiii. Sang dara langsung menatap ke arah sang Hulu Balang sambil berpikir ternyata memang benar di pulau ini ada bermukim suku Penise Besare dan tanpa ia sadari matanya menatap ke arah Tongkat Sakti sang Hulu Balang. Woooowww..very biggggg&#8230;pikirnya&#8230;<br />
Setelah bertatap-tatapan sang Hulu Balang berkata kepada sang dara jelita&#8230;<br />
HB : heii&#8230;kamu telah melanggar daerah kekuasaan suku kami&#8230;Untuk itu kamu harus di hukum <b>Bonga-Bonga</b>&#8230;kata sang hulu balang</p>
<p>Dara Cantik : saya tidak mengerti&#8230;apakah Bonga-Bonga Itu ?..tanya sang dara</p>
<p>HB : Hmmm..Bonga-Bonga..buka seluruh pakaian kamu..teriak sang hulu balang dengan mata yang berbinar-binar melihat tubuh montok yang berada di depannya.</p>
<p>Setelah sang dara dipaksa membuka seluruh pakaiannya..lalu ia di Bonga-Bonga ( di setubuhi ) oleh sang hulu balang&#8230;.<br />
Setelah selesai sang dara lalu dilepaskan kembali, dan sang hulu balang kembali ke perkampungan.<br />
Beberapa jam kemudian sewaktu sang hulu balang duduk di singgasana beserta para pengawal dan rakyat-rakyatnya..dari kejauhan terlihat seorang pengawal berlari mendekat sambil berteriak-teriak..</p>
<p>Hei apa yang engkau teriakkan&#8230;.berisik lagi&#8230;kata sang hulu balang&#8230;<br />
Ada seorang wanita muda dan sexy yang melanggar daerah kekuasaan kita tuan, kata si pengawal.<br />
Hah&#8230;seorang wanita..cepat bawa dia kesini&#8230;<br />
Tak lama kemudian di bawalah wanita itu yang ternyata adalah wanita asing yang tadi telah di bonga-bonga oleh hulu balang suku Penise Besare.<br />
Tak Ayal lagi sang Hulu Balang langsung berteriak kencang yang membuat semua orang terkejut..<br />
Kamu lagi&#8230;Kamu Lagi, katanya.<br />
Ini untuk yang kedua kalinya kamu melanggar daerah kekuasaan kami&#8230;untuk itu kamu harus memilih antara satu dari dua hukuman ini..<br />
Kamu di hukum <b>Bonga-Bonga</b> Kembali Atau <b>Dihukum Mati</b>..Silahkan Kamu pilih..<br />
Sang dara dengan rasa takut lalu berpikir&#8230;gila dari pada gue di bonga-bonga sama ketua suku penise besare ini..lebih baik gue di hukum mati aja deh&#8230;<br />
Lalu sang dara pun menjawab..Tuan dari pada saya di Bonga-Bonga lagi lebih baik saya di hukum mati saja dehhh&#8230;<br />
Tanpa menunggu panjang waktu lagi sang Hulu Balang lalu berkata..YA KAMU  AKAN DI HUKUM MATI &#8230;.. TAPI DI HUKUM MATI SECARA BONGA-BONGA SELURUH KAMPUNGGG&#8230;..</p>
<p>Ya itulah akhir cerita ini sang dara pun mati sia-sia hanya dalam waktu seperempat penduduk kampung mem Bonga-Bonga dirinya&#8230;Gila bener suku Penise Besare ini yaa&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=30&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/23/porno-tapi-lucu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/lucu.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keladi Tikus Yang Dapat Menyembuhkan Kanker</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/21/keladi-tikus-yang-dapat-menyembuhkan-kanker/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/21/keladi-tikus-yang-dapat-menyembuhkan-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[biologi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi kanker]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[keladi]]></category>
		<category><![CDATA[kemotrapi]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penderita kanker]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Kanker dari WIKIPEDIA
Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=26&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>Definisi Kanker dari WIKIPEDIA</b></p>
<p>Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. <span id="more-26"></span>Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).<br />
Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.</p>
<p><b>Keladi Tikus Yang Dapat Menyembuhkan Kanker</b></p>
<p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/keladi-tikus2.thumbnail.jpg?w=94&#038;h=128" alt="keladi tikus" align="left" border="1" height="128" hspace="3" vspace="2" width="94" />Kanker semoga tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman &#8220;KELADI TIKUS&#8221; (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.<br />
Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. &#8220;Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,&#8221; kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.<br />
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.<br />
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.<br />
&#8220;Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,&#8221; jelas Patoppoi.<br />
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. &#8220;Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,&#8221; ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah took obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.<br />
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.<br />
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.<br />
Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. &#8220;Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,&#8221; lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do&#8217;a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.<br />
Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. &#8220;Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,&#8221; kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. &#8220;Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,&#8221; lanjut Patoppoi.<br />
Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternative.<br />
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,&#8221; sambung Patoppoi.<br />
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. &#8220;Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,&#8221; ujar Boni.<br />
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. &#8220;Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,&#8221; lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.<br />
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lag dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.<br />
Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.<br />
Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=26&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/21/keladi-tikus-yang-dapat-menyembuhkan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/keladi-tikus2.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keladi tikus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warning of Global Warming</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/19/global-warning-of-global-warming/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/19/global-warning-of-global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 12:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Alpens]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[Himalaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya wijaya]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Anda akan terkejut jika membaca pernyataan tentang Global Warming berikut ini :
“Pernyataan dunia tentang isu pemanasan global itu sesungguhnya cuma omong kosong. Pernyataan itu diulang-ulang oleh para aktivis guna meyakinkan sekaligus menakut-nakuti publik bahwa iklim akan berubah menjadi malapetaka, dan aktivitas manusialah penyebab utamanya.”
Kalimat itu diucapkan senator AS dari Partai Republik, James Inhofe, yang juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=21&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/globalwarming.thumbnail.jpg?w=122&#038;h=128" alt="global warming" align="left" border="0" height="128" hspace="3" vspace="2" width="122" />Anda akan terkejut jika membaca pernyataan tentang Global Warming berikut ini :<br />
“Pernyataan dunia tentang isu pemanasan global itu sesungguhnya cuma omong kosong. Pernyataan itu diulang-ulang oleh para aktivis guna meyakinkan sekaligus menakut-nakuti publik bahwa iklim akan berubah menjadi malapetaka, dan aktivitas manusialah penyebab utamanya.”<span id="more-21"></span><br />
Kalimat itu diucapkan senator AS dari Partai Republik, James Inhofe, yang juga merupakan Ketua Environment and Public Works Committee Senat AS, setahun lalu.<br />
Pernyataan itu diperkuat lagi dengan pernyataan Direktur NASA Michael Griffin dalam wawancara dengan sebuah radio lokal di AS belum lama ini, yang menunjukkan keraguan sang direktur bahwa pemanasan global adalah tantangan terbesar yang harus diatasi manusia. Dalam wawancara tersebut, salah satu petikan pernyataan Griffin yang kemudian banyak dikutip adalah, “Iklim bumi saat ini adalah iklim yang terbaik yang pernah kita punyai.”<br />
Benarkah pemanasan global sungguh-sungguh merupakan akibat dari ulah manusia yang terlalu rakus mengeksploitasi bumi dan ceroboh menjaga keseimbangan alam? Apakah pemanasan global dan perubahan iklim adalah hal terpenting yang harus diatasi manusia?<br />
Inhofe memaparkan beragam fakta dan kutipan yang mendukung argumennya. Menurutnya, media memainkan peranan penting dalam menggelorakan isu yang tidak benar ini. Ia pun mengungkapkan penelusurannya terhadap laporan beberapa media terkemuka seperti Newsweek, Majalah Time, Harian New York Times, Chicago Tribune, dan juga Jurnal Science News. Didapatinya, media-media tersebut pada era tahun 1900-an justru mem berita kan kekhawatiran akan datangnya abad es, bukan pemanasan atau melelehnya es. Hingga periode 1920-1930-an sampai menjelang akhir tahun 1970-an, media-media terkemuka di AS itu masih sangat gencar memberitakan dan melaporkan bahaya perubahan bumi menjadi bola es.<br />
Ia pun melecehkan Protokol Kyoto, sebuah protokol yang ditandatangani oleh sebagian besar negara di kolong bumi ini guna mengurangi emisi gas-gas pembentuk rumah kaca di mana AS menolak menandatanganinya, sebagai kesepakatan dan solusi yang tidak ada artinya dalam rangka mengurangi emisi gas-gas berbahaya ke atmosfir bumi. Menurutnya, cara paling efektif untuk mengurangi gas-gas tersebut adalah penggunaan alat pembersih gas dan teknologi yang lebih efisien untuk menekan gas tersebut bertebaran ke angkasa.<br />
Namun pernyataan Inhofe berbau politis itu tak menyurutkan gerakan global di seluruh dunia bahwa ancaman pemanasan bumi sungguh-sungguh nyata dan harus diperangi dari sekarang oleh semua pihak. Inhofe, politisi dari Partai Republik, sebagaimana halnya Presiden AS George W. Bush yang juga dari Partai Republik, jelas tidak mau kepentingan mereka terusik terusik gara-gara harus menekan emisi gas rumah kaca yang di AS sebagian besar dihasilkan dari pembangkit listrik berenergi fosil (BBM, batubara).<br />
Tak hanya Inhofe dan Bush yang bersikap “bebal” terhadap perubahan iklim. Lebih dari 17 ribu ilmuwan &#8212; dua ribu lebih di antaranya adalah fisikawan, geofisikawan, ahli iklim, ahli meteorologi, dan pakar lingkungan- menandatangani petisi yang diedarkan oleh Oregon Institut of Science and Medicine di AS. Salah satu kalimat dalam petisi itu menyatakan, “Tidak ada bukti-bukti ilmiah bahwa pelepasan gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan gas-gas rumah kaca lainnya yang mengakibatkan pemanasan akut terhadap temperatur bumi dan kerusakan pada iklim bumi.”<br />
Terlepas dari kenyataan dan pernyataan politik yang diungkapkan di atas, fakta-fakta berikut ini berbicara jauh lebih kuat dan nyata, memperlihatkan ke mana arah perubahan iklim di bumi ini akan menuju dan bermuara.</p>
<p>Fakta-fakta</p>
<p>Kita mulai dari yang jauh dengan kita, Laut Arktik. Lautan ini sebagian besar dikenali sebagai samudera es. Ilmuwan yang mengamati perubahan pada lautan es ini mencatat terjadinya peningkatan panas dua kali lebih cepat dibandingkan pemanasan di tingkat global. Sejak tahun 1980, samudera es yang terletak Arktik yang berada di wilayah Eropa telah mencair antara 20-30 persen.<br />
Masih di Eropa, pegunungan Alpens yang tadinya sebagian besar diselubungi salju mengalami kemerosotan deposit salju yang parah. Delapan dari sembilan area gletser/glacier menunjukkan derajat kerusakan yang signifikan dan dalam kurun waktu satu abad sudah kehilangan sepertiga dari wilayah es.<br />
Tidak hanya di Eropa, seluruh dataran tinggi di dunia yang selama ini dikenal memiliki puncak gunung es juga lumer. Salju di puncak gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, setiap bulannya meleleh tak kurang dari 300 meter kubik. Gunung yang terletak di Tanzania ini menderita kebotakan salju parah bilamana membandingkan foto udara yang diambil pada tahun 1974, 1990, dan 2001. Dalam periode satu abad pengamatan, salju di puncak gunung itu meleleh hingga mencapai 82%. Bila salju tak lagi betah hinggap di puncak gunung itu, nama gunung itu boleh jadi harus diubah, karena Kilimanjaro dalam bahasa setempat berarti gunung yang putih atau gunung yang bercahaya.<br />
Mari beralih ke kawasan yang melahirkan banyak seniman bola, Amerika Selatan. Salju di negeri-negeri seperti berdataran tinggi seperti Argentina, Peru, Chili juga menurun drastis. Pegunungan Andes, salah satu surga salju di dunia, mengalami pelelehan salju ke arah puncak gunung yang sangat signifikan. Antara tahun 1963 hingga 1978, salju mencair rata-rata 4 meter per tahun, dan sejak tahun 1995 hingga sekarang, pelelehan salju mencapai kecepatan 30,1 meter per tahun di seluruh kawasan yang mengandung glacier. Sementara di Venezuela, negeri penghasil Miss World terbanyak, dari 6 glacier yang dimiliki negeri tersebut pada tahun 1972, kini hanya tersisa dua lagi, dan akan hilang paling lambat 10 tahun sejak sekarang.<br />
Konsekuensi dari melelehnya salju adalah meningkatnya permukaan air laut, pertama-tama di kawasan tersebut. Di negeri bola Brasil, garis pantai yang hilang menjadi lautan rata-rata berkisar 1,8 meter per tahun pada kurun waktu antara 1915 hingga 1950 dan meningkat menjadi 2,4 meter per tahun pada kurun waktu sepuluh tahun antara 1985-1995.<br />
Apa yang terjadi di Asia, juga di Indonesia, akibat pemanasan global? Sama dengan yang terjadi di benua lain, salju-salju di dataran tinggi Asia mengalami pelelehan yang drastis sekaligus dramatis. Himalaya, gunung tertinggi di dunia yang menjadi kantong air beku di “atap langit” terus kehilangan saljunya secara konsisten. Glacier-glacier di Pegunungan Himalaya yang tersebar di negara-negara seperti India, Tibet, Bhutan, China, terdegradasi dengan amat cepat. Tujuh sungai besar di Asia yang bermata air dari Himalaya yakni Gangga, Indus, Brahmaputra, Mekong, Thanlwin, Yangtze, dan Sungai Kuning terancam eksistensinya yang berakibat pada ratusan juta umat manusia di kawasan sepanjang aliran sungai-sungai itu.<br />
Tak hanya di kawasan Asia Selatan, salju di Asia Tengah yang juga terus lenyap satu per satu. Itu terjadi pula di Puncak Jaya, Papua, satu-satunya daerah pegunungan tinggi di Indonesia yang memiliki salju. Bila foto udara pada tahun 1972 memperlihatkan puncak gunung yang hampir seluruhnya diselimuti salju, sekarang puncak gunung itu hanyalah berisi bebatuan dan pepohonan belaka. Artinya, tidak ada lagi salju di sana.<br />
Pelelehan es yang diungkap di atas baru merupakan sebagian dari yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan laporan terakhir Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terakhir yang dirilis tahun 2007 ini, 30 salju di pegunungan di seluruh dunia kehilangan ketebalan hingga lebih dari setengah meter hingga tahun 2005 saja. Dua tahun yang terakhir belum masuk dalam laporan tersebut.</p>
<p>Konsekuensi dan Risiko</p>
<p>Karena energi bersifat kekal, salju-salju tadi dengan sendirinya tidak hilang dan hanya berubah bentuk. Ibarat es yang ada dalam sebuah gelas, ketika ia terkena panas dan mencair, volume air itu tidak berkurang atau bertambah, melainkan hanya berubah. Maka, konsekuensi pertama dari meningkatnya suhu bumi yang melelehkan salju dan deposit-deposit air tadi adalah kian bertambahnya air di permukaan bumi. Peningkatan tersebut dapat dideteksi di seluruh penjuru bumi dan dibuktikan melalui sejumlah foto udara yang membandingkan suatu kawasan pada puluhan tahun silam dengan kondisi kontemporer.<br />
Namun, konsekuensi meningkatnya suhu bumi tidaklah sesederhana itu. Perubahan-perubahan ekologis yang terjadi pada lingkungan di mana manusia dan makhluk hidup lainnya hidup membawa dampak yang mengerikan bagi umat manusia. Hukum fisika menyatakan, angin bergerak dari tempat yang dingin ke tempat yang lebih panas. Nah, perbedaan temperatur suatu kawasan dengan kawasan lain yang sangat ekstrem pada waktu bersamaan telah memicu munculnya angin topan, badai, dan tornado menjadi lebih sering dibandingkan beberapa tahun silam. Negara-negara di kawasan Amerika Utara, Tengah, Selatan dan Karibia, Eropa, juga Asia Selatan dan Timur sudah merasakan dampak yang ditimbulkan dari topan badai ini. Topan yang memiliki nama-nama nan indah menerpa warga di seluruh bumi secara memilukan dan sekaligus mematikan.<br />
Arus pergerakan air tidak hanya membawa musibah banjir bandang, tetapi juga disertai tanah longsor akibat penggundulan hutan yang berlangsung setiap menit. Dalam waktu bersamaan, belahan dunia yang satu terancam kekeringan dan kebakaran, tempat lainnya dilanda topan badai, banjir dan tanah longsor yang menyengsarakan ratusan juta umat manusia.</p>
<p>Konsekuensi di Tingkat Lokal</p>
<p>Kekeringan di daerah Gunung Kidul misalnya, mungkin saja sudah menjadi fakta jamak yang berlangsung setiap tahun dan sudah sejak puluhan tahun hal itu terjadi. Akan tetapi, kesulitan air yang dialami oleh warga di lereng Gunung Merapi lima tahun terakhir ini misalnya, tentu sebuah fakta baru yang menunjukkan betapa air makin sulit didapat.<br />
Kesulitan para petani sayuran di lereng Gunung Merbabu misalnya, juga sesuatu yang masih terdengar asing. Grojogan Sewu memang masih menumpahkan airnya. Tetapi dibandingkan lima belas tahun silam misalnya, grojogan itu sekarang telah berubah menjadi tak lebih dari pancuran. Beberapa puluh tahun yang akan datang, boleh jadi ia tinggal menjadi tetesan saja.<br />
Itu baru dari sisi kelangkaan air. Dari sisi perubahan iklim, semua kota dan wilayah di Indonesia menjadi korbannya. Di Jawa bagian tengah misalnya, Kaliurang di Jogjakarta, Tawangmangu di Karanganyar, atau Bandungan di Semarang, sekarang bukan lagi didatangi wisatawan karena udaranya yang sejuk dan dingin, tetapi karena kelatahan dan cap yang terlanjut melekat sebagai daerah wisata. Itu saja. Dahulu, di daerah-daerah tersebut kabut dingin senantiasa turun setiap pagi sepanjang tahun. Sekarang, ia hanya bisa dijumpai beberapa kali sepanjang tahun, itupun sangat tergantung dari musim.<br />
Di Puncak Jaya, Papua, salju tidak lagi hinggap di puncaknya sejak beberapa tahun silam. Ini menandai era berakhirnya eksistensi satu-satunya kawasan bersalju di Indonesia. Dan ini sekaligus membuktikan, bahwa bumi yang makin panas bukanlah fakta gombal melainkan kenyataan aktual.<br />
Ironisnya, dalam situasi udara yang makin panas, orang lalu mencari cara untuk mendinginkannya, tetapi hanya untuk diri mereka sendiri. Pendingin udara adalah pilihan pragmatis untuk ini, tetapi alat inipun hanya bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat golongan menengah ke atas. Masyarakat miskin jelas tak bisa mengelak dari kegerahan.<br />
Ironisnya, penggunaan pendingin udara yang makin masif dan intensif pada sebagian besar rumah tangga di perkotaan secara akumulatif justru mendorong terciptanya bumi yang makin panas akibat gas-gas yang dihasilkan oleh pendingin udara tersebut tidak ramah lingkungan. Sudah begitu, penggunaan pendingin udara yang intensif itu juga memicu meningkatnya kebutuhan listrik yang terus membesar –yang lagi-lagi ironisnya— sementara listrik tersebut diproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil yang tak ramah terhadap lingkungan dan memberi kontribusi terbesar pada pemanasan secara global.<br />
Lingkaran setan ini jelas menggiring masyarakat yang paling miskin dan tak memiliki akses terhadap sumber daya ekonomi yang memadai menjadi korban. Jumlah masyarakat yang kian tersisih dari lingkaran ini niscaya akan terus membesar karena perseteruan dan kata sepakat tentang upaya kongkret memerangi perubahan iklim ini mengalami kebuntuan yang akut.</p>
<p>Sumber Artikel  :http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4968</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=21&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/19/global-warning-of-global-warming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mysensitivity.files.wordpress.com/2008/02/globalwarming.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">global warming</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anthurium Dan Anak Jalanan</title>
		<link>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/18/anthurium-dan-anak-jalanan/</link>
		<comments>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/18/anthurium-dan-anak-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 02:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radit74</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[adsense]]></category>
		<category><![CDATA[agribis]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Anthurium]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[publisher]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman hias]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mysensitivity.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu membaca majalah agribis terbitan terbaru yang mengulas habis tentang harga dari tanaman yang sedang terkenal sekarang ini yaitu Athurium Gelombang Cinta, saya terkejut-kejut melihat harganya yang kalau menurut istilah para Adsense Publisher sekitar 5 digit dollar. Gila bener..ini tanaman apa mobil ya..kok bisa sampai segitu harganya..rumah gue aja lebih murah dari itu.
Karena penasaran saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=16&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sewaktu membaca majalah agribis terbitan terbaru yang mengulas habis tentang harga dari tanaman yang sedang terkenal sekarang ini yaitu Athurium Gelombang Cinta, saya terkejut-kejut melihat harganya yang kalau menurut istilah para Adsense Publisher sekitar 5 digit dollar. Gila bener..ini tanaman apa mobil ya..kok bisa sampai segitu harganya..rumah gue aja lebih murah dari itu.<br />
Karena penasaran saya pun ingin melihat-lihat tanaman tersebut yang kebetulan di dekat rumah saya ada penjual tanaman hias. Habis mandi langsung menuju ke tempat penjual yang tentunya pake baju dulu donk&#8230;.<span id="more-16"></span><br />
&#8220;Haloo..bang apa kabar nih..kayaknya makin rame aja nih tanamannya.&#8221;, tegur saya.<br />
&#8220;Iya nih&#8230;semenjak jual Anthurium yang 3 tahun lalu saya coba tanam sendiri&#8230;untungnya jadi berlipat-lipat. Lumayan untuk nambah stok tanaman&#8221;, jawab sang penjual.<br />
Lagi asyik ngobrol..tidak lama kemudian, sebuah mobil keren dengan plat nomor yang beken..berhenti. Dari dalam mobil turun seorang laki-laki paruh baya dengan penampilan mirip Raja Minyak. Dengan didampingi seorang istri yang cantik dan jauh lebih muda darinya&#8230;mereka berdua mengahampiri kami berdua&#8230;yang dengan segan-segan kami langsung menyambut kedatangan mereka.<br />
&#8220;Sore pak&#8230;mau cari tanaman apa pak&#8230;.?&#8221;, tanya sang penjual.<br />
&#8220;Saya mau cari Anthurium gelombang cinta yang udah besar dan berumur lebih dari 10 tahun, ada nggak..?&#8221;, sang cukong menjawab.<br />
&#8220;Wah..kalo yang umur segitu nggak ada pak di sini&#8230;saya hanya punya yang baru berumur 3 tahunan&#8230;&#8221;.<br />
&#8220;Kalo umur segitu kamu jual berapa&#8230;&#8221;?, tanya sang cukong.<br />
&#8220;Yang ini saya jual 4,5 juta&#8230;dan yang itu saya jual 5 juta pak&#8221;.<br />
Sang istri yang cantik, muda dan montok mencubit-cubit tangan sang suami sambil membisikkan kata-kata memohon. Sepertinya sang istri sangat berharap sekali sang suami membeli kedua-duanya. Dan benar tidak lama setelah itu..tanpa menawar sang suami langsung mengeluarkan uang yang kalau di totalkan sejumlah 9,5 juta. Sayapun langsung terbelalak dan berfikir sungguh hebat sekali pikir saya Anthurium ini.<br />
Sambil memberesi packing Anthurium, sang penjual berbicara degan sang cukong kembali.<br />
&#8220;Tapi pak kalau bapak tertarik dengan Anthurium yang usianya 10 tahun keatas&#8230;Teman saya ada beberapa stock&#8221;, kata sang penjual.<br />
&#8220;Wah..yang bener kamu&#8230;saya serius nih&#8230;gimana setelah kamu beresin Anthurium ini kita langsung kesana&#8221;, jawab sang cukong.<br />
&#8220;Tapi harganya mahal pak..yang paling murah sekitar 90 juta dan paling mahal sekitar 150 juta&#8221;.<br />
Dengan tersenyum-senyum sang cukong dan sang istri yang montok menjawab dengan semangat..<br />
&#8220;Tidak masalah dengan harga-harga tersebut..saya akan bayar, pokoknya setelah ini selesai kita ketempat teman kamu&#8221;.<br />
Akhirnya mereka bertiga pun beranjak menuju tempat penjual Anthurium di tempat kawanku punya kawan ( kayak lagu aja iwan fals aja..). Sayapun pulang kerumah sambil memikirkan kebenaran dari harga tanaman Anthurium tersebut seperti yang saya baca di majalah barusan.<br />
Sampai di depan rumah&#8230;istri saya yang cantik dan anak saya memanggil saya untuk mengajak JJS ( jalan-jalan sore Pa ). Ok..sayapun langsung menghidupkan motor lalu kami bertiga menuju ke Mall yang ada tempat bermain untuk anak saya. Setelah memarkirkan motor..kami berjalan bersama menuju pintu masuk mall. Tidak jauh dari tempat parkir&#8230;.saya melihat dua orang Anak Jalanan. Yang satu terlihat agak tua sedikit di bandingkan yang lainnya..tertidur di sudut jalan tempat parkir tanpa mengenakan baju. Tulang-tulangnya kelihatan dan badannya pun terlihat kotor sekali. Di depannya ada sebuah kaleng kecil yang terlihat di dalamnya ada beberapa duit receh yang kalau di hitung mungkin tidak cukup untuk beli nasi bungkus apa lagi KFC yang tepat berada di depan mereka berdua. Sang adik duduk sambil memegang kaleng seperti kepunyaan sang kakak..dan duit didalamnya juga tidak lebih dari jumlah sang kakak. Iapun terlihat tidur tanpa mengenakan pakaian dan sepertinya dia lelah sekali. Tulang-tulangnya terlihat hampir seperti para penderita gizi buruk di somalia. Tidak sedikit orang yang lalu lalang tanpa menghiraukan mereka berdua. Kami bertiga berhenti tepat di depan mereka berdua dan saya sangat sedih sekali melihat keadaan mereka berdua. Setelah memasukkan uang beberapa uang receh yang saya punya, kami bertigapun berjalan kembali menuju tempat permainan anak-anak.<br />
Di dalam sambil menemani anak saya bermain&#8230;saya masih memikirkan keadaan dua kakak beradik tadi. Saya bertanya-tanya dalam hati..dimanakah orang tua mereka atau saudara-saudara mereka. Dalam kesedihan melihat keadaan dua orang anak jalanan tersebut&#8230;kembali saya teringat dengan raja minyak dan istrinya yang muda dan montok yang membeli Anthurium tadi.<br />
Sungguh hari ini saya melihat dua kejadian yang sangat menyentuh nurani saya. Gila bener&#8230;orang bisa mengeluarkan uang sekian ratus juta hanya untuk membeli satu jenis tanaman bahkan tanpa menawar sama sekali dengan bangga mereka membeli tanaman tersebut hanya untuk hobi. Sementara di sekitar mereka tertidur lelah dan lapar anak-anak jalanan yang setiap hari mangharapkan belas kasihan orang untuk memberikan sedikit uang mereka. Terkadang dalam sehari mereka hanya mendapatkan uang yang hanya cukup membeli satu bungkus makanan. Sungguh benar-benar menyentuh saya, terkadang uang yang paling banyak mereka dapatpun tidak cukup untuk membeli pupuk tanaman Anthurium. Inikah yang di bilang manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang sempurna. Yang dapat berfikir dan mempunyai akal di bandingkan mahluk yang lain sementara pada kenyataan yang saya dapat hari ini, manusia lebih murah dari harga pupuk Anthurium. Menyedihkan sekali&#8230;.sepertinya jurang pemisah sudah jauh dan dalam sekali. Tulisan saya ini bukan untuk menentang hak-hak orang lain untuk menyalurkan hobi mereka. Memang sudah hak anda untuk membelanjakan uang anda. Tapi jika kita sadar bahwa didalam harta kita adak hak orang miskin dan anak yatim, saya yakin manusia akan jauh lebih berharga dari tanaman Anthurium. Terakhir saya lihat di acara sebuah stasiun TV swasta seseorang mengkoleksi Anthurium yang berharga 250 juta. Jika 1% nya saja di berikan kepada kedua anak jalan di atas, saya yakin mereka bisa menangis kegirangan.<br />
Maaf jika tulisan saya ini sedikit menganggu anda..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mysensitivity.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mysensitivity.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mysensitivity.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mysensitivity.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mysensitivity.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mysensitivity.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mysensitivity.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mysensitivity.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mysensitivity.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mysensitivity.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mysensitivity.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mysensitivity.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mysensitivity.wordpress.com&blog=2886403&post=16&subd=mysensitivity&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mysensitivity.wordpress.com/2008/02/18/anthurium-dan-anak-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bb0c82708bcb51bec50516c59e75068a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">radit74</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>